Dunia Perkuliahan



Mengapa Kuliah....?????

Tak banyak orang yang sukses seperti Dahlan Iskan (Menneg BUMN, orang asli Magetan), Bob Sadino, Olga Syahputra, yang notabene tidak membutuhkan bangku kuliah untuk menuju kesuksesan. Tetapi banyak orang yang sukses karena kuliah seperti Aburizal Bakrie, Hari Tanoesudibyo, Prof. Habibie, Jusuf Kalla, dll. Namun dengan status lulusan SMA (Sekolah Menengah Atas), diharuskan melanjutkan studi ke perguruan tinggi karena tuntutan dunia kerja yang menghendaki lulusan kuliah. Berbeda dengan SMK karena lulus dengan skill kejuruan. Tanpa kuliah, mampu masuk di dunia kerja walaupun dengan level di bawah lulusan kuliah.

Sebuah klaim seseorang, ‘Banyak lulusan kuliah yang nganggur. Buat apa kuliah.’  Bisa dijawab, ‘Apalagi yang nggak kuliah.’ Sebenarnya pernyataan tersebut adalah sesuatu yang tidak penting. Jika niatawal benar2 menuntut ilmu yang didasari dengan kemauan kuliah yang tinggi, niscaya nganggur itu nonsens. Selain itu, klaim pengganjal kuliah yang lain adalah biaya kuliah dan biaya hidup. Rasanya biaya SPP kuliah tidak terpaut jauh dengan biaya SPP di SMA, bahkan ada universitas yang lebih murah. Lewat jalur SNMPTN 2011, jurusan S1 Manajemen UNAIR SPP per semester 1juta (perbulan≈170ribu), jurusanS1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNESA SPP per semester 800ribu (perbulan≈135ribu). Sedangkan biaya SPP SMA perbulan berkisar 80-170ribu. Untuk biaya hidup, seperti makan, mbayar kos, dsb, relatif sesuai kebutuhan kita. Untuk yang benar2 membutuhkan uang lebih, misal denganngelesi, 1x pertemuan 25-50ribu, dimana 1 minggu 1-2x pertemuan. Selain itu, di universitas banyak sekali macam beasiswa yang bisa didapat, yang nilainya 1juta-5juta persemester. Terbukti bahwa biaya bukanlah masalah. Klaim2diatas hanyalah klaim yang dibuat oleh orang yang tidak kuliah.

So, kuliah adalah kebutuhan setelah SMA, bisa juga mendaftar ke TNI/POLRI. Intinya setelah SMA jangan sampai nganggur, karena bisa menambah beban diri sendiri dan orang tua. Secara kasar, dapat dikatakan ber’hutang’ dulu kepada orang tua, namun setelah kesuksesan tercapai, balas ‘hutang’ kita kepada orang tua. Tidak ada salahnya dan sangat benar apabila dilakukan demi kesuksesan. Hidup sekali harus sukses. Semangat!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar